Puisi Cinta Air Mata Terakhir Ibu - Selamat siang sodaraku semuanya, pada kesempatan ini saya akan memberikan sebuah puisi karya saya yang berjudul puisi cinta air mata terakhir ibu yang berisikan curahan hati seorang putra kepada ibundanya yang selalu ada dan meluangkan waktunya untuk putranya tersebut. Dalam puisi ini digambarkan betapa besar rasa sayang ibu kepada anaknya yang iya berikan dengan keikhlasan serta ketegaran diri. Di mana dalam setiap malam dalam doanya ibu selalu memanjakan putranya dengan linangan airmata disisi tuhanya, iya tidak pernah dan tidak akan pernah meningalkan malam tanpa doa untuk putranya. Betapa besar rasa cinta ibu, betapa tulus doa dari ibu menjadi pelecut semangat serta motivasi diri bagi anaknya.
![]() |
| google image - puisi cinta air mata terakhir ibu |
Cinta Air Mata Terakhir Ibu
Dalam gelap dan sunyinya malam yang dingin
Engkau menguatkan diri terjaga dalam alunan doa
kau teteskan air mata demi kebahagiaan putramu
Kau kuatkan hati dan diri untuk tetap menjaga kami meski ragamu letih.
Setiap tenaga dan waktumu kau beri hanya untukku
Setiap doa dan air matamu kau tujukan untukku ibu
Dalam letihnya raga dan gusarnya hati
kau selalu menyediakan tangan untuk menenangkan kami
Ibu kaulah malaikat dalam hidupku
Kaulah cahaya dalam gelapku
Kaulah, engkaulah segalanya dalam bahagiaku
Ibu bila kau menangis dalam doamu untukku dimalam kemarin
Dapatkah kau tersenyum untuk kebahagiaan putramu ini esok hari ibu
Ibu bila engkau bahagia akan kebahagiaanku
Dapatkah aku bahagia dalam merawatmu
Ibu jadikanlah aku putramu yang kuat dalam hidupku
Berikanlah aku kekuatan mengingat setiap doa dan cintamu
Dalam hati dan dalam terjaganya putramu kerap lalai akan doa dan air matamu ibu
Ibu jangan engkau menangis lagi kala aku menjadi sarjana kelak
Jangan engkau menangis lagi bila menantumu mencium tanganmu ibu
Ibu bahagiamu adalah tangung jawabku
Bahagiaku adalah doamu
Aku ingin engkau bahagia dengan senyumanmu
Jadikan doa menjadi air mata terahirmu ibu
Bagaimana harus membayar pengorbanan seorang ibu bila kita tidak akan pernah dapat menghitungnya, bagaimana kita dapat mengingat segala perhatian ibu bila kita selalu dan kerap kali di manjakan olehnya, sehingga semua cinta dan kasihnya menjadi biasa di mata kita yang kecil dan kita menjadi lalai akan perintah dan segala cinta kasihnya. Banyaknya cinta dan kasih yang iya berikan menjadi tak terhitung jumlahnya, dalam setiap nafas dan dalam setiap aliran darah yang ada menjadi bukti nyata akan ketulusanya cinta kasinya. Semua letih dan lelah raganya menjadi bebanya semata tanpa kita diberikan waktu dan pengetahuan untuk menilainya, ibu meruapakan sosok yang menjadikan kita menjadi manusia sebenarnya manusia, iya menjadikan kita dari bayi yang kosong menjadi pribadi kita sekarang. Dari mana ibu aku dapat membalasmu, dan darimana aku akan dapat membahagiakanmu sepertihalnya kau membahagiakanku. Ibu bila aku dapat berjalan aku akan menggendongmu dan bila aku dapat terbang aku akan meninggikanmu, ibu akankah kau bahagia bila aku bahagia, akankah kau ada ketika aku bahagia kelak, dimana aku duduk bersanding dengan calaon istriku dan calon menantumu ibu. Maafkan putramu ini ibu yang kerap melalaikanmu dalam langkahku, maafkanlah aku yang sering acuh akan nasihat - nasihat darimu ibu. Jangan engkau jatuhkan air matamu lagi karena kelakuan anakmu ini lagi ibu, tersenyumlah akan diriku ibu, aku mencintaimu ibu, ibu doa darimu menjadi bahagia ku dan aku bahagia dengan senyummu , jangan menangis ibu, doamu kemarin air matamu kemarin indah bagiku, di malam yang dingin itu air mata yang tercurah itu biarkan aku mengantinya menjadi bahagiamu di esok harinya.

