kamus kata kata mutiara -
Puisi Cinta Romantis Soe Hok Gie - Film
Catatan Sang Demonstran yang di bintangi oleh
Nicolas Saputra, iya berperan sebagai tokoh
Soe Hok Gie. Soe Hok Gie atau yang biasa di kenal dengan Gie adalah warga keturunan cina yang tinggal di jakarta, iya adalah salah satu mahasiswa yang ikut dalam masa peralihan antara
orde lama dengan
orde baru. Gie merupakan sosok yang bersahaja dan kritis dalam berfikir, Gie kecil mulai suka menulis karena iya membaca tulisan tulisan babanya, kemudian iya menjadi sosok yang cerdas dalam berfikir, iya menjadi sosok yang kritis dalam menilai sesuatu, banyak kata kata bijak dalam film ini tentunya tentang pemerintahan dan gambaran masyarakat pada masa itu.
 |
| google image - Puisi Cinta Romantis Soe Hok Gie |
Film Catatan sang demonstran ini diambil dari buku harian Gie, di kemas apik kedalam sebuah film, dalam film ini banyak terdapat pesan moral dan kata - kata bijak serta terdapat juga puisi - puisi. Gie merupan sosok yang kritis dalam berfikir, tegas dalam bertindak dan melankolis serta romantis di ahir hayatnya, sehingga banyak kata kata bijak, kata kata motivasi setra kata kata romantis yang iya tulis dalam buku harianya. karena itu saya akan memberikan Puisi Cinta Romantis Soe Hok Gie.
Puisi Cinta Romantis Soe Hok Gie
Ahirnya semua akan tiba pada suatu hari yag biasa,
Pada
suatu ketika yang telah lama kita ketahui, Apakah kamu masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan
tidur yang lelab sambil
membenarkan letak leher kemejaku.
Kabut tipis pun turun pelan pelan di lembah kasih, lembah mandala wangi
Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan - hutan yang menjadi
suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin.
Apakah kau masi membelaiku semesra dahulu
Ketika aku dekap kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat
Apakah kau masi akan berkata ku dengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta
Haripun menjadi malam ku lihat semuanya menjadi buram
Wajah - wajah yang tidak kita kenal berbicara dengan bahasa
yang tidak kita mengerti, seperti kabut pagi itu.
Puisi di atas menggambarkan kesepian seorang Soe Hok Gie, ketika dulu iya selalu bersama dengan teman - temanya, menghabiskan waktu bersama menikmati alam walau hanya bercanda kecil di lembah mandala wangi, namun waktu tidak dapat dipungkiri Soe Hok Gie kini sendiri teman teman pergi mengerjakan tugas - tugasnya bukan karena tidak setia namun karena kewajiban mereka.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjiarah ke mekah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
Tapi aku ingin menghabiskan waktuku disisimu sayangku
Bicara tentang anjing anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga bunga yang manis di lembah mandala wangi
Ada serdadu - serdadu amerika yang mati kena bom di danam
Ada bayi- bayi yang mati lapar di biarfran
Tapi aku ingin mati di sisimu maniskuku, setelah kita bosan
hidup dan terus bertanya Tanya tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tau.
Mari sini sayang, kalian yang pernah mesra yang pernah baik
dan simpati kepadaku Tegaklah kelangit luas atau awan
Kita tidak pernah menanamkan apa - apa kita tidak akan pernah
kehilangan apa - apa
Nasip terbaik adalah tidak pernah di lahirkan
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda dan yang tersial adalah
berumur tua
Berbahagialah mereka yang mati muda
Mahluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada berbahagialah
dalam ketiadaan.