Kali ini saya akan memberikan puisi cinta atau lebih tepatnya puisi tentang duka yang disebabkan karena cinta, puisi yang akan saya berikan ditulis dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris, jadi dapat juga puisi ini di jadikan contoh puisi dalam bahasa Inggris atau contoh puisi dalam bahasa indonesia. Semoga dapat bermanfaat untuk anda dan anda dapat merasakan inti dari puisi yang saya berikan terimakasih.
![]() |
| google image - puisi duka dibalik hujan |
Puisi Duka Di Balik Hujan (Bahasa Indonesia dan Inggris)
Duka Di Balik Hujan
Terdengar gemuruh dan kilatan petir sore itu
Gumpalan awan hitam yang terlihat semakin gelap
Samar - samar kulihat dirimu di kejauhan
Berjalan perlahan mendekat di bawah awan gelap itu
Awan gelap mulai menurunkan hujan
Kau berjalan semakin mendekat
Namun aku hanya terdiam melihat dirimu dan menunggu
Tak tau harus melakukan apa dan hanya terdiam
Aku melihat dirimu dengan badan yang basah kuyup
Wajah muram kini tepat berada di hadapanku
Tidak berani aku bertanya atau berkata
Hanya isyarat tubuhku yang menuntun dirimu untuk berteduh
Kau sungguh membuat aku terkejut, kau memeluk diriku dan menangis
Namun aku tidak tau harus berbuat apa
Aku hanya terdian dalam pelukan dirimu
Mendengar suara tangis yang terdengar di sela derasnya hujan
Aku rasakan duka dan luka yang teramat dalam
Dalam hangat dan dinginya pelukan dari dirimu sore itu
Luapan kepedihan yang kau rasakan membuat diriku tetap terdiam
Dalam heran dan seribu pemikiran akan masalah dirimu
Tidak sanggup aku menahan rasa penasaran ini lebih lama
Ada apa gerangan dengan dirimu, aku bertanya
Namun bukan jawaban yang aku terima
Tangismu semakin keras dan hujan turun semakin deras
Belum sempat aku bertanya kembali engkau lantas melepas pelukmu
Dan lari meninggalkan aku dalam heran dan kebingungan akan dirimu
Dalam derasnya hujan kulihat kau berlari dan membawa dukamu pergi
Sore itu aku seakan menjadi patung yang terus melihat tanpa mampu berbuat.
Bahas Inggris
Grief Behind the Rain
Rumbling sounds and flashes of lightning in the afternoon
Black clouds that look even darker
Samar - I see you faint in the distance
Walking slowly approached under dark clouds
Dark clouds began to lower rain
You walk closer and closer
But I just stopped to see you and wait
Did not know what to do and just silent
I see you with a body drenched
Face grim right now in front of me
I did not dare to ask or say
Only my body cues that guide you to shelter
You really made me shocked, you're hugging me and crying
But I do not know what to do
I just stopped in the embrace yourself
Hearing the cries were audible on the sidelines of heavy rain
I feel sorrow and wounds are very deep
In cold and warm hugs from yourselves that afternoon
Surge of pain you feel make me remain silent
In wonder and a thousand thoughts will trouble you
I could not resist the curiosity is much longer
What's going on with you, I ask
But it's not the answer I received
Tears grew louder and more heavy rains
Before I could ask you then release your arms back
And ran away from me in wonder and confusion of you
In the pouring rain I see you run and carry your grief away
That afternoon I was as a statue which continues to see without being able to do.
Puisi dengan judul duka di balik hujan ini menceritakan tentang seseorang yang merasakan duka dan luka dari sahabatnya, namun tidak dapat berbuat apa – apa. Dalam sore hari dimana awan mendung dengan kilatan dan gemuruh petir, sahabat datang berjalan perlahan dan dia hanya melihat sahabatnya mendekat,ia tak tau kenapa ada berbeda di sore hari itu, dimana semua bahagia dan canda seakan hilang dan suasana menjadi sangat canggung dan membingungkan. Orang ini tau sahabatnya sedang dalam masalah, namun ia tidak ingin menambah duka yang ada dengan membuat sahabatnya menceritakan kepedihan yang ia rasakan, namun tetap saja ia tidak mampu menahan rasa ingin tau akan apa yang menimpa sahabatnya tersebut dan akhirnya ia bertanya kepada sahabatnya, namun bukan kata – kata atau cerita yang dia dapat hanya tangisan dan peluk yang sangat erat dari sahabatnya yang membuat dia hanya bisa terdiam kembali. Sore itu ia hanya mampu terdiam mendengarkan tangisan dari sahabatnya tanpa mampu berbuat apa – apa hingga sahabatnya pergi dan berlari di bawah derasnya hujan ia hanya mampu melihat dan merelakan sahabatnya bercerita dengan hujan akan semua luka dengan harapan hujan akan melarutkan dan membawa semua luka darinya.

